Wajib Tahu, Tipe-tipe Skoliosis!


Mengutip klikdokter, skoliosis merupakan salah satu kelainan pada tulang belakang, yang membuat tubuh penderitanya melengkung seperti huruf “C” dan “S”. Kelengkungan yang terjadi ini biasanya ditandai dengan salah satu bahu terlihat lebih tinggi dari bahu lainnya, tulang panggul lebih menonjol ke salah satu sisi tubuh, dan lain sebagainya. Meski termasuk penyakit ringan, tapi jika kondisi skoliosis yang diderita sudah sangat parah tentu bisa membahayakan kesehatan dan Anda diharuskan untuk menjalani perawatan di klinik tulang belakang

Nah, berbicara mengenai skoliosis, tahukah Anda, ternyata skoliosis sendiri terdiri dari beberapa tipe, di antaranya:

1. Early Onset Scoliosis. Skoliosis tipe ini biasanya sering menjangkiti anak-anak yang belum memasuki usia remaja atau usianya masih di bawah 10 tahun. Biasanya, anak-anak yang menderita penyakit ini akan berisiko tinggi mengalami gangguan fungsi paru. Bahkan, jika masih dalam masa pertumbuhan tulang bisa memperburuk perkembangannya dan menyebabkan cacat tulang rusuk. 

2. Syndromic Scoliosis. Seperti namanya, syndromic skoliosis muncul akibat tubuh dijangkiti oleh sindrom tertentu. Misalnya saja, Beale Syndrom, Rett Syndrom, Prader-Wili Syndrom, Down Syndrom, Ehlers-Danlos Syndrom, hingga Marfan Syndrom. Melansir dari klikdokter, penderita yang rentan diserang sindrom ini adalah mereka yang mengalami masalah pada jaringan ikat tubuh. 

3. Kifosis Scheuermann. Kifosis Scheuermann sendiri merupakan kelainan tulang belakang yang menyebabkan tubuh penderitanya membungkuk ke bagian depan. Umumnya, kondisi ini terjadi akibat adanya perbedaan laju pertumbuhan antara bagian depan dan belakang tubuh pada saat masih anak-anak sehingga menyebabkan bagian depan lebih lambat tumbuh dibanding bagian belakang. Efeknya, terjadi kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan tulang tidak dapat menumpuk dengan rapi sehingga menimbulkan kelengkungan ke bagian depan tubuh. 

4. Adolescent Idiopathic Scoliosis. Jenis ini lebih banyak ditemukan pada penderita yang memasuki usia 10-18 tahun. Idiopathic sendiri merujuk pada kemunculan skoliosis yang masih belum diketahui pasti apa penyebabnya. Biasanya, skoliosis tipe ini lebih sering menjangkiti anak perempuan namun bukan berarti tidak ditemukan pada anak laki-laki. 

5. Skoliosis Kongenital. Bayi biasanya lebih sering menderita skoliosis kongenital ini. Di mana, kemunculannya disebabkan oleh adanya kelainan pertumbuhan pada tulang belakang semasa bayi masih di dalam kandungan ibunya. Sebagai contoh, tulang belakang tidak terbentuk seutuhnya atau hanya terbentuk sebagian.

Selain kelima tipe di atas, masih ada tipe lainnya seperti Skoliosis Degeneratif yang sering terjadi pada usia dewasa (seringkali menjangkiti orang-orang yang berusia di atas 50 tahun). Penyebab kemunculan penyakit ini adalah karena proses penuaan, yang mana mengakibatkan rusaknya bagian sendi dan bantalan antar tulang di tulang belakang tubuh. 

Tak hanya Skoliosis Degeneratif, adapula tipe Skoliosis Neuromuskuler yang disebabkan oleh masalah pada sistem saraf tubuh, termasuk sumsum tulang belakang dan otak. Beberapa contoh penyakitnya seperti Duchenne Muscular Dystrophy (Distrofi Otot Duchenne) dan Celebral Palsy (lumpuh otak). 

Semoga artikel di atas bermanfaat, ya!


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Wajib Tahu, Tipe-tipe Skoliosis!"

Posting Komentar